//
you're reading...
NEWS, SEI

Kalbar Destinasi Investasi Unggulan Nasional

VIVAnews – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan realisasi investasi proyek penanaman modal pada triwulan I-2014 mencapai Rp106,6 triliun. Realisasi investasi itu memecahkan rekor tertinggi dan ketiga kalinya sejak triwulan III-2013 yang menembus Rp100 triliun.

Nilai investasi itu meningkat 14,6 persen bila dibandingkan periode sama 2013 senilai Rp93 triliun. Realisasi investasi senilai Rp106,6 triliun itu terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp34,6 triliun, sedangkan penanaman modal asing (PMA) Rp72 triliun.

Dari sebaran investasi berdasarkan wilayah, porsi realisasi investasi di Pulau Jawa lebih besar dibandingkan luar Jawa. Realisasi investasi di Pulau Jawa tercatat Rp62 triliun (58,2 persen), sedangkan luar Jawa Rp44,6 triliun (41,8 persen).

“Realisasi investasi di luar Pulau Jawa ini meningkat dibanding triwulan I-2013 senilai Rp44,4 triliun,” kata Kepala BKPM, Mahendra Siregar, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis 24 April 2014.

Menurut Mahendra, terjadi peningkatan realisasi investasi PMDN pada triwulan I-2014 dibandingkan periode sama 2013 sebesar 25,9 persen, atau dari Rp27,5 triliun menjadi Rp34,6 triliun. Sementara itu, realisasi PMA tumbuh 9,8 persen dari Rp65,5 triliun menjadi Rp72 triliun.

“Kegiatan investasi tetap meningkat meski di tengah-tengah pelaksanaan pemilu,” ujar dia.

Selama periode itu, Mahendra menjelaskan, sektor yang menerima PMDN terbesar adalah listrik, gas, dan air senilai Rp11,3 triliun, industri makanan Rp4,8 triliun, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp4,6 triliun. Selanjutnya, sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi Rp3,1 triliun serta konstruksi Rp2,3 triliun.

Apabila seluruh sektor industri digabung, menurut Mahendra, mengontribusi sebesar Rp11,1 triliun atau 32,1 persen dari total PMDN.

Sementara itu, untuk realisasi PMA, Mahendra menjelaskan, sektor yang mendapat kucuran investasi terbesar adalah pertambangan senilai US$1,7 miliar. Disusul industri makanan sebesar US$0,8 miliar, industri alat angkutan dan transportasi US$0,6 miliar, tanaman pangan dan perkebunan US$0,6 miliar, serta industri kertas, barang dari kertas dan percetakan US$0,5 miliar.

Bila seluruh sektor industri itu digabung, dia menambahkan, kontribusi mencapai US$3,5 miliar atau 50,9 persen dari total PMA. Negara terbesar yang menanamkan investasinya di Indonesia pada periode Januari-Maret 2014 adalah Singapura senilai US$1,3 miliar, Jepang US$1 miliar, Mauritius US$0,4 miliar, Korea Selatan US$0,3 miliar, dan Australia sebesar US$0,3 miliar.

Lalu, daerah mana yang menjadi sasaran PMDN maupun PMA itu?

Data BKPM menyebutkan, berdasarkan lokasi proyek, realisasi PMDN terbesar berada di DKI Jakarta, yang mencapai Rp8,3 triliun, Jawa Barat Rp8,1 triliun, Jawa Timur Rp7,7 triliun, Jawa Tengah Rp3,3 triliun, dan Kalimantan Barat Rp1,6 triliun.

Untuk realisasi PMA, Jawa Barat menjadi daerah yang menerima investasi terbesar, yakni senilai US$1,8 miliar, Kalimantan Timur US$0,8 miliar, Riau US$0,6 miliar, Banten US$0,6 miliar, dan DKI Jakarta US$0,4 miliar.

Realisasi PMDN berdasarkan lokasi proyek pada triwulan I-2014 itu sedikit bergeser dibanding periode sama tahun lalu. Pada triwulan I-2013 Jawa Timur menempati peringkat pertama dengan nilai investasi Rp9 triliun, Kalimantan Timur Rp4,8 triliun, Kalimantan Selatan Rp3,4 triliun, Sumatera Utara Rp2 triliun, dan DKI Jakarta Rp 1,9 triliun.

Sementara itu, realisasi PMA pada triwulan I-2013 adalah di Jawa Barat mencapai US$1,3 miliar, Banten US$1,1 miliar, Papua US$0,8 miliar, Jawa Timur US$0,6 miliar, dan Riau U$$0,6 miliar.

Namun, untuk realisasi investasi berdasarkan koridor ekonomi pada periode Januari-Maret 2014, wilayah Sumatera tercatat mencapai Rp16,8 triliun. Selanjutnya, koridor ekonomi Jawa mencapai Rp62 triliun, Kalimantan Rp18,1 triliun, Sulawesi Rp2,5 triliun, Bali dan Nusa Tenggara Rp2,9 triliun, serta Maluku dan Papua Rp4,3 triliun.

Menteri Keuangan, M Chatib Basri, mengungkapkan, meski realisasi investasi meningkat 14,6 persen dibanding periode sama tahun lalu, perlambatan laju investasi sudah mulai terasa.

Chatib di kantornya, Jumat 25 April 2014, mengungkapkan, perlambatan tersebut terjadi khususnya pada penanaman modal asing yang menurun pada awal tahun ini.

“Realisasinya bagus, tapi memang ada slowdown growth. Biasanya PMA bisa tumbuh di atas 15 persen, tapi secara totalnya bagus Rp106,6 triliun” ujarnya.

Meski melambat, dia mengatakan, kondisi tersebut tidak perlu dikhawatirkan, karena sudah masuk dalam rancangan pemerintah. Pertumbuhan ekonomi dibuat melambat demi stabilitas fundamental ekonomi Indonesia ke depannya.

“Kenapa mengalami perlambatan, karena memang by designinterest rate-nya dinaikkan. Jadi, jangan khawatir, memang itu sesuatu yang ada dalam perencanaan, bahwa growth-nya tahun ini sekitar 5,8 persen,” tegasnya,

Mengapa Indonesia jadi tujuan investasi?

Data BKPM menyebutkan, Indonesia adalah salah satu negara tujuan utama investasi. Kekayaan sumber daya alam, angkatan kerja usia muda yang berpendidikan, pasar domestik luas yang tumbuh cepat, digabungkan dengan iklim investasi yang semakin baik, dan profil global yang terus meningkat adalah beberapa faktor keunggulan Indonesia.

Dengan stabilitas yang sudah tertanam kokoh selama 16 tahun terakhir, kondisi demokrasi yang dinamis, perekonomian yang kuat dan berpotensi tinggi, Indonesia saat ini sudah siap untuk “tinggal landas” menuju masa depan yang lebih baik.

BKPM menyebut, dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia, Indonesia memiliki pasar domestik yang menarik. Lebih dari 53 persen penduduknya tinggal di perkotaan dan telah mengadopsi gaya hidup modern.

Sementara itu, kelas ekonomi menengah yang terus berkembang akan mendukung pertumbuhan produk domestik bruto (PDB). Sekitar 56,7 persen nilai PDB bersumber dari konsumsi pribadi pada 2010.

Pada 2010, sekitar 56,5 persen dari jumlah populasi berasal dari kelas menengah, yang tumbuh dari 37,7 persen pada 2003. Angka ini diperkirakan terus naik menjadi 70 persen pada 2015.

Selain itu, Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan kekuatan ekonomi global di Asia. Dengan produk domestik bruto (PDB) yang diperkirakan telah menembus US$1 triliun pada 2012, Indonesia telah menjadi negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Dengan resistensinya terhadap krisis keuangan global dibanding negara-negara tetangga, perekonomian Indonesia lalu tumbuh 5,7 persen pada 2013. Kondisi ini menjadikannya sebagai negara dengan perekonomian paling stabil selama lima tahun terakhir menurutThe Economist.

Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat diharapkan dapat mencapai 5,8–6,2 persen. Bahkan, laporan Standard Chartered menyebutkan, ekspansi ekonomi berikutnya diharapkan dapat mencakup pertumbuhan yang lebih inklusif, dengan PDB perkapita yang diharapkan dapat tumbuh 4 kali lipat pada 2020.

Salah satu faktor kesuksesan ekonomi Indonesia dipicu oleh pertumbuhan kelas menengah dan ekonomi makro yang stabil. Indonesia kini termasuk negara yang tergabung dalam MINT (Meksiko, Indonesia, Nigeria, dan Turki), yakni negara-negara dengan perekonomian paling menarik bagi investor jangka panjang karena karakteristik demografisnya.

Rasio utang terhadap PDB Indonesia telah turun secara stabil dari 83 persen pada 2001 menjadi kurang dari 26 persen pada akhir 2013. Nilai terendah di antara-antara negara ASEAN, selain Singapura yang tidak memiliki utang pemerintah. (eh)

sumber: LINK

About dendar98

Tidak penting anda siapa yang penting adalah sudah berbuat apa terhadap siapa-siapa...

Discussion

10 thoughts on “Kalbar Destinasi Investasi Unggulan Nasional

  1. AHMAD YUSUF E00611310 59
    RODIANSYAH E0061131024

    menurut kelompok kami badan koordinasi menyatakan investasi proyek penanaman modal yang mencapai rp 106, tri liun, pada 2010 dari jumlah populasi dari kelas menengah atau kelas atas yang tumbuh dari beberapa persen

    Posted by Ahmad Yusuf | May 7, 2014, 9:57 am
  2. Nama : nursafitri
    Nim : E0061131017
    Nama : Desy hertita sari
    Nim : E0061131006
    Nama : Ratna crisnawati
    Nim : E0061131057

    peran warga masyarakat indonesia menunjukan bahwa masyarakat indonesia bersatu padu untuk perkembangan negara indonesia menjadi maju dan lebih baik.untuk realisasi investasi berdasarkan koridor ekonomi pada periode Januari-Maret 2014, wilayah Sumatera tercatat mencapai Rp16,8 triliun. Selain itu, Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan kekuatan ekonomi global di Asia. Dengan produk domestik bruto (PDB) yang diperkirakan telah menembus US$1 triliun pada 2012, Indonesia telah menjadi negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.Dengan stabilitas yang sudah tertanam kokoh selama 16 tahun terakhir, kondisi demokrasi yang dinamis, perekonomian yang kuat dan berpotensi tinggi, Indonesia saat ini sudah siap untuk “tinggal landas” menuju masa depan yang lebih baik.

    Posted by Rina Septiary Inggar (@SeptiarRina) | May 7, 2014, 9:54 am
  3. NAMA : Santi wistiana (E0061131005)
    Sulastri (E0061131021)
    Sari Sugianti (E0061131054)
    Arofah Nuraini (E0061131019)
    Widia alif utami(E0061131044)
    Joko akbar (E0061131008)
    Indonesia adalah salah satu negara tujuan utama investasi. Kekayaan sumber daya alam, angkatan kerja usia muda yang berpendidikan, pasar domestik luas yang tumbuh cepat, digabungkan dengan iklim investasi yang semakin baik, dan profil global yang terus meningkat adalah beberapa faktor keunggulan Indonesia.
    untuk realisasi investasi berdasarkan koridor ekonomi pada periode Januari-Maret 2014, wilayah Sumatera tercatat mencapai Rp16,8 triliun. Selanjutnya, koridor ekonomi Jawa mencapai Rp62 triliun, Kalimantan Rp18,1 triliun, Sulawesi Rp2,5 triliun, Bali dan Nusa Tenggara Rp2,9 triliun, serta Maluku dan Papua Rp4,3 triliun.
    sehingga ini dapat disimpulkan bahwa tingkat investasi yang berasal dari kalimantan termasuk tinggi…

    Selain itu, Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan kekuatan ekonomi global di Asia. Dengan produk domestik bruto (PDB) yang diperkirakan telah menembus US$1 triliun pada 2012, Indonesia telah menjadi negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
    Dengan resistensinya terhadap krisis keuangan global dibanding negara-negara tetangga, perekonomian Indonesia lalu tumbuh 5,7 persen pada 2013. Kondisi ini menjadikannya sebagai negara dengan perekonomian paling stabil selama lima tahun terakhir menurutThe Economist.
    Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat diharapkan dapat mencapai 5,8–6,2 persen.
    Selain itu, Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan kekuatan ekonomi global di Asia. Dengan produk domestik bruto (PDB) yang diperkirakan telah menembus US$1 triliun pada 2012, Indonesia telah menjadi negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
    Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat diharapkan dapat mencapai 5,8–6,2 persen. Bahkan, laporan Standard Chartered menyebutkan, ekspansi ekonomi berikutnya diharapkan dapat mencakup pertumbuhan yang lebih inklusif, dengan PDB perkapita yang diharapkan dapat tumbuh 4 kali lipat pada 2020.

    Salah satu faktor kesuksesan ekonomi Indonesia dipicu oleh pertumbuhan kelas menengah dan ekonomi makro yang stabil.

    Posted by Santi Wistiana (@santi_wistiana) | May 7, 2014, 9:53 am
  4. Anggita ayu pratama(E0061131030)
    Baselia rita(E0061131052)
    Marsela frida febrianti(E0061131020)
    Lionsius robby(E0061131033)
    Muti libau sebastian(E0061131002)

    Menurut kami, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan realisasi investasi proyek penanaman modal pada triwulan I-2014 mencapai Rp106,6 triliun. Realisasi investasi itu memecahkan rekor tertinggi dan ketiga kalinya sejak triwulan III-2013 yang menembus Rp100 triliun.
    Nilai investasi itu meningkat 14,6 persen bila dibandingkan periode sama 2013 senilai Rp93 triliun. Realisasi investasi senilai Rp106,6 triliun itu terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp34,6 triliun, sedangkan penanaman modal asing (PMA) Rp72 triliun.
    Dari sebaran investasi berdasarkan wilayah, porsi realisasi investasi di Pulau Jawa lebih besar dibandingkan luar Jawa. Realisasi investasi di Pulau Jawa tercatat Rp62 triliun (58,2 persen), sedangkan luar Jawa Rp44,6 triliun (41,8 persen).

    “Realisasi investasi di luar Pulau Jawa ini meningkat dibanding triwulan I-2013 senilai Rp44,4 triliun,” kata Kepala BKPM, Mahendra Siregar, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis 24 April 2014.
    terjadi peningkatan realisasi investasi PMDN pada triwulan I-2014 dibandingkan periode sama 2013 sebesar 25,9 persen, atau dari Rp27,5 triliun menjadi Rp34,6 triliun. Sementara itu, realisasi PMA tumbuh 9,8 persen dari Rp65,5 triliun menjadi Rp72 triliun.

    Posted by Anggita Ayu | May 7, 2014, 9:50 am
  5. IRNA FEBRIANA (E0061131026)
    SELLY MERIANI (E0061131009)
    BERNASARI (E0061131045)
    ANDRIYANI (E0061131035)
    IRA IRWANDA (E0061131041)

    mata kuliah: PENGAMEN

    Menurut kami,dalam perekonomian indonesia bukan termasuk negara yang ketinggalan.karena meskipun jumlah penduduknya terbesar ke-4 namun indonesia merupakan negara yang paling menarik bagi investor jangka panjang karena karakteristik demogratisnya,SDA,angka kerja usia muda yang berpendidikan,pasar domestik luas yang tumbuh cepat,digabungkan dengan investasi iklim yang lebih baik dan profil global yang terus meningkat,itulah kelebihan indonesia.
    selain itu juga ternyata indonesia juga memiliki tingkat rasio utang terhadap PDB Nilai terendah terhadap ASEAN selain singapura yang tidak mempunyai utang.
    maka dari itu,sebagai generasi bangsa haruslah kita berusaha memajukan indonesia dengan meningkatkan karya-karya dengan kualitas terbaik dan berusaha merealisasikannya.

    Posted by na (@irna_febriana) | May 7, 2014, 9:44 am
  6. NAMA: RATIH ARYA MURTI SUGIARTO
    NIM: E0061131058

    NAMA : HARTATI
    NIM : E0061131014

    NAMA : RAMANIA
    NIM : E0061131056

    NAMA : HOTIB
    NIM : E0061131043

    Menurut kami ini kemajuan sangat bagus bagi bangsa kita terutama kalimantan barat. Kalbar menjadi destinasi unggulan nasional. Realisasi investasi itu memecahkan rekor tertinggi dan ketiga kalinya sejak triwulan III-2013 yang menembus Rp100 triliun.Dimana kegiatan investasi terus melaju pada saat pemilu besar-besaran. peningkatan investasi juga meningkat di segala bidang. Ini merupakan salah satu kemajuan bagi indonesia. Mengapa indonesia menjadi tujuan utama investasi? sudah jelas bumi pertiwi kita memiliki semua yang dibutuhkan mulai dari sumber daya alam , sumber daya manusia,pasar domestik luas yang tumbuh cepat, serta iklim investasi yang semakin baik, dan profil global. peningkatan ini diharapkan semakin naik di setiap tahunnya.

    Posted by ratih arya (@ratih058) | May 7, 2014, 9:41 am
  7. Warsilah
    E0061131048
    Retno wahyuniarti
    E0061131012
    Rina
    E0061131046
    Nuning rachmawati
    E006113102

    perkembangan negara indonesia yang bersumber dari salah satu faktor kesuksesan ekonomi indonesia yang dipicu oleh pertumbuhan kelas menenggah dan ekonomi makro merupakan dampak yang lebih baik dan meningkat sejak zaman dahulu hingga sekarang.
    peran warga masyarakat indonesia menunjukan bahwa masyarakat indonesia bersatu padu untuk perkembangan negara indonesia menjadi maju dan lebih baik.

    Posted by Rina Septiary Inggar (@SeptiarRina) | May 7, 2014, 9:33 am
  8. Nama:Moh.suri(E0061131016)
    Nama:Novi Andriani(E0061131022)
    Nama:Syahroni(E0061131060)

         menurut kami Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan realisasi investasi proyek penanaman modal pada triwulan I-2014 mencapai Rp106,6 triliun. Realisasi investasi itu memecahkan rekor tertinggi dan ketiga kalinya sejak triwulan III-2013 yang menembus Rp100 triliun.
    

    Dari sebaran investasi berdasarkan wilayah, porsi realisasi investasi di Pulau Jawa lebih besar dibandingkan luar Jawa. Realisasi investasi di Pulau Jawa tercatat Rp62 triliun (58,2 persen), sedangkan luar Jawa Rp44,6 triliun (41,8 persen).
    oleh karna itu dengan adanya investasi akan meningkatkan PMDN semakin majukan negara kita.
    Indonesia adalah salah satu negara tujuan utama investasi. Kekayaan sumber daya alam,
    Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan kekuatan ekonomi global di Asia.

    Posted by Moh Suri | May 7, 2014, 9:29 am
  9. nama; tiabestivaruha nim: E0061131036
    rahmadiyah E0061131007
    kamisah E0061131018

    Menurut kami Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan realisasi investasi proyek penanaman modal porsi realisasi investasi di Pulau Jawa lebih besar dibandingkan luar Jawa. Realisasi investasi di luar Pulau Jawa ini meningkat dibanding triwulan.
    Dari sebaran investasi berdasarkan wilayah, porsi realisasi investasi di Pulau Jawa lebih besar dibandingkan luar Jawa. Realisasi investasi di Pulau Jawa lebih besar, Selain itu, Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan kekuatan ekonomi global di Asia. Dengan produk domestik bruto (PDB) yang diperkirakan telah menembus US$1 triliun pada 2012, Indonesia telah menjadi negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat diharapkan dapat mencapai 5,8–6,2 persen. Bahkan, laporan Standard Chartered menyebutkan, ekspansi ekonomi berikutnya diharapkan dapat mencakup pertumbuhan yang lebih inklusif, dengan PDB perkapita yang diharapkan dapat tumbuh 4 kali lipat pada 2020.
    Salah satu faktor kesuksesan ekonomi Indonesia dipicu oleh pertumbuhan kelas menengah dan ekonomi makro yang stabil. Indonesia kini termasuk negara yang tergabung dalam MINT (Meksiko, Indonesia, Nigeria, dan Turki), yakni negara-negara dengan perekonomian paling menarik bagi investor jangka panjang karena karakteristik demografisnya.

    Posted by Bestia (@bestiabestia18) | May 7, 2014, 9:28 am
  10. margareta ( E0061131037)
    marsiana (E0061131031)
    Yusta dona (E0061131013)
    ismanto( E0061131050)
    Dianti dewari (E0061131053)

    komentar :

    Menurut kelompok kami, kalbar sudah seharusnya menunjukkan instensi yang di miliki kepada dunia,karna SDM dan SDA yang ada di kalbar sangat berkualitas dan menjanjikan.
    Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan realisasi investasi proyek penanaman modal pada triwulan I-2014 mencapai Rp106,6 triliun. Realisasi investasi itu memecahkan rekor tertinggi dan ketiga kalinya sejak triwulan III-2013 yang menembus Rp100 triliun.Sementara itu, kelas ekonomi menengah yang terus berkembang akan mendukung pertumbuhan produk domestik bruto (PDB). Sekitar 56,7 persen nilai PDB bersumber dari konsumsi pribadi pada 2010.

    Pada 2010, sekitar 56,5 persen dari jumlah populasi berasal dari kelas menengah, yang tumbuh dari 37,7 persen pada 2003. Angka ini diperkirakan terus naik menjadi 70 persen pada 2015.

    Selain itu, Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan kekuatan ekonomi global di Asia. Dengan produk domestik bruto (PDB) yang diperkirakan telah menembus US$1 triliun pada 2012, Indonesia telah menjadi negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
    Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat diharapkan dapat mencapai 5,8–6,2 persen. Bahkan, laporan Standard Chartered menyebutkan, ekspansi ekonomi berikutnya diharapkan dapat mencakup pertumbuhan yang lebih inklusif, dengan PDB perkapita yang diharapkan dapat tumbuh 4 kali lipat pada 2020.

    Posted by Ethaa Sii Rainboow Red'Ta | May 7, 2014, 9:25 am
%d bloggers like this: